INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

PEMARAH

Banyak teori yang menjelaskan mengapa seseorang bisa menjadi seorang pemarah. Dalam konsep Terapi Hati, semakin sederhana sebuah teori, semakin mudah dipraktekkan dan semakin mudah pula usaha untuk mengatasi masalah.

Gangguan utamanya adalah gangguan penguasaan diri, jadi dalam pengkategorian gangguan jiwa ini dimasukkan dalam bagian gangguan penguasaan diri yang berarti orang ini tidak memiliki kemampuan untuk menguasai ‘impulses’nya, tidak bisa menguasai dorongan-dorongan dari dalam dirinya. Sewaktu hasrat mengambil atau mencuri itu muncul maka dia tidak memiliki kesanggupan untuk mencegahnya.

Jika seseorang memiliki watak pemarah dan juga merasa bahwa orang tua-nya dulu juga pemarah, kemungkinan terbesar watak pemarah belum hilang adalah karena luka batin atau sakit hati karena sering dimarahi ketika kecil juga belum hilang. Dalam berbagai situasi klien Terapi Hati yang ingin dibantu menjadi orang yang lebih penyabar, hal pertama yang saya lakukan biasanya adalah membantu klien untuk dapat sepenuhnya memaafkan kedua orang tua-nya.

Memaafkan berbeda dengan memaklumi. Ketika seseorang memaklumi orang tua-nya yang pemarah di masa lalu, sering kali watak pemarah-nya di “waris”-kan, karena merasa bahwa orang tua pada zaman dulu “marah karena sayang”. Padahal ada cara lain untuk menunjukkan sayang, selain dengan cara memarahi anak. Akibatnya di masa sekarang, anak pun mudah dimarahi karena orang tua di masa lalu sudah di maklumi.

Sehingga ada pernyataan, “Lebih baik merasa bahwa orang tua zaman dulu telah melakukan kesalahan dalam mendidik anak DAN KEMUDIAN Memaafkan Orang Tua, DARIPADA merasa orang tua tidak bersalah & menyalahkan diri sendiri.”

Dan ada banyak cara untuk menghilangkan watak pemarah. Tergantung kompleksitas kehidupan di masa kecil, menghilangkan watak pemarah bisa cepat dilakukan, bisa juga makan waktu tahunan. Cara tercepat adalah dengan cara melakukan Terapi Hati Individu. Karena luka batin atau sakit hati yang menjadi penyebab timbulnya watak pemarah bisa di gali & langsung di lepaskan.

Sedangkan salah satu cara untuk mengatasi watak pemarah dengan cara melakukannya sendiri, dengan asumsi watak pemarah disebabkan karena orang tua zaman dulu yang juga pemarah, adalah dengan melakukan hal berikut secara berurutan:

1). Tutup mata & bayangkan orang tua ada di depan anda

2). Bayangkan semua kesalahan orang tua sejak kecil yang membuat hati terluka

3). Bayangkan orang tua minta maaf atas semua kesalahan tersebut

4). Bayangkan diri anda memaafkan orang tua  & berjanji akan menjadi orang tua yang lebih baik di zaman sekarang

Silahkan dilakukan setiap malam selama 21 hari berturut-turut. Seandainya watak pemarah masih dalam tahap wajar, watak pemarah pun akan berkurang selama 21 hari ke depan. Seandainya watak pemarah belum hilang juga, berarti perlu pendekatan yang lebih dalam lagi seperti merubah pola pikir dalam memandang kehidupan, dengan cara berprasangka positif dalam setiap aspek kehidupan, mengikuti pelatihan, terapi grup ataupun terapi individu.

Semoga Membantu.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s