KEKERASAN DALAM BERPACARAN

Ini adalah sebuah film mengenai kekerasan dalam pacaran. Film tersebut diangkat dari kisah nyata seorang mahasiswi, sebut saja namanya Melati. Melati adalah seorang mahasiswi yang kesepian di rumah, untuk mengusir hal tersebut ia menyibukkan dirinya dengan les dan bekerja setelah pulang kuliah. Hingga suatu hari ia memiliki pacar yang bernama Jaka. Ia mengenal Jaka dari seorang sahabatnya, Jaka sendiri tidak lain adalah kakak dari sahabatnya tersebut.

Awalnya hubungan mereka baik-baik saja, namun apabila Jaka emosi maka ia akan melakukan tindak kekerasan terhadap melati. Sepertinya Jaka mengalami kelainan psikis, jaka merasa tidak sadar bahwa perbuatannya telah menganiaya melati, penganiayaan tersebut dilakukan jaka karena dia mencontoh tindakan kedua orangtuanya. Setiap orang tuanya bertengkar, ayah Jaka akan mengucapkan makian bahkan tidak segan-segan memukul ibunya Jaka. Jaka yang menyaksikan peristiwa itu secara tidak langsung telah mengadaptasi dan mengaplikasikannya dalam hubungan pacarannya terhadap melati.

Jaka orang yang tidak modal selalu meminta Melati membelikan barang apa saja yang dia mau dengan ancaman, ini merupakan sebuah pemerasan dalam ekonomi. Jaka over protektif, dia selalu cemburu dengan siapa saja teman laki-lakinya Melati. Hingga akhirnya suatu hari melati merasa sungguh sangat tertekan dan berusaha mengakhiri hubungan mereka. Walau pada akhirnya Jaka tetap tahu segala aktivitas yang dilakukan oleh Melati setelah mereka putus.

Semoga kasus ini tidak terjadi terhadap kita maupun orang-orang disekitar kita, oleh karena itu solusi yang bisa dilakukan adalah senantiasa percaya pada diri sendiri, berani untuk berkata tidak, terbuka terhadap keluarga atau sahabat, bila sudah terjadi penganiayaan bisa mengadu kepada LSM.

Kekerasan Dalam Pacaran adalah suatu tindakan berdasarkan perbedaan jenis kelamin yang berakibat atau mungkin berakibat kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual atau psikologis, termasuk ancaman tindakan tertentu, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang, baik yang terjadi di depan umum atau dalam kehidupan pribadi.

Pada umumnya, sangat sedikit masyarakat yang tahu adanya kekerasan yang terjadi dalam pacaran, karena sebagian besar menganggap bahwa masa pacaran adalah masa yang penuh dengan hal-hal yang indah. Ini adalah salah satu bentuk ketidaktahuan masyarakat akibat kurangnya informasi dan data dari laporan korban mengenai kekerasan tersebut.

Kekerasan Dalam Pacaran

Kekerasan  Dalam Pacaran yang sebagian besar korbannya adalah perempuan ini sering diakibatkan adanya ketimpangan antara laki-laki dan perempuan yang dianut oleh masyarakat luas pada umumnya.

Perempuan menurut pandangan laki-laki biasanya dianggap sebagai makhluk yang lemah, penurut, pasif, sehingga menjadi alasan utama terjadinya perlakuan yang semena-mena.

Kekerasan Dalam Pacaran yang sering terjadi biasanya terdiri atas beberapa jenis misalnya serangan fisik, mental, ekonomi, psikologis dan seksual. Secara rinci adalah sebagai berikut:

Dari segi fisik misalnya memukul, menendang, ataupun mencubit, untuk segi mental biasanya, cemburu yang berlebihan, pemaksaan, dan perlakuan kasar di depan umum,” katanya.

Dari segi ekonomi, kekerasan juga bisa terjadi. Misalnya, ada pasangan yang sering meminjam uang atau barang tanpa pernah mengembalikan.

Dari segi psikologis misalnya bila pacarmu suka menghina kamu, selalu menilai kelebihan orang lain tanpa melihat kelebihan kamu, , cemburu yang berlebihan dan lain sebagainya

Sedangkan dari segi seksual adalah pasangan yang memaksa pasangannya untuk melakukan hubungan seksual, pemerkosaan dlsb.

Menghadapi kekerasan dalam pacaran seringkali lebih sulit bagi kita, karena anggapan bahwa orang pacaran pasti didasari perasaan cinta, simpati, sayang dan perasaan perasaan lain yang positif. Sehingga kalau pacar kita marah marah dan membentak atau menampar kita, kita pikir karena dia memang lagi capek, lagi kesel, bad mood atau mungkin karena kesalahan kita sendiri, sehingga dia marah.

 

Hal klasik yang sering mucul dalam kasus kekerasan dalam pacaran adalah perasaan menyalahkan diri sendiri dan merasa “pantas” diperlakukan seperti itu. Pikiran seperti “ah mungkin karena saya memang kurang cantik, sehingga dia sebel”, atau “ mungkin karena saya kurang perhatian sama dia” , “ mungkin karena saya kurang sabar” dan lain lain, sehingga dia jadi “ketagihan” merendahkan dan melakukan terus kekerasan terhadap pasangannya.

Refleksi bagi remaja:

Untuk itu, para remaja harus mewaspadai bibit-bibit kekerasan yang terjadi dalam hubungan mereka, sehingga apabila bibit tersebut mulai terlihat, maka remaja mampu mengambil sikap yang tegas.

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT

EMANSIPASI 

Emansipasi ialah istilah yang digunakan untuk menjelaskan sejumlah usaha untuk mendapatkan hak politik maupun persamaan derajat, sering bagi kelompok yang tak diberi hak secara spesifik, atau secara lebih umum dalam pembahasan masalah seperti itu.

Secara harafiah, emansipasi wanita adalah kesetaraan hak dan gender.

Emansipasi wanita memberi wanita kesempatan bekerja, belajar, dan berkarya seperti halnya para pria, seimbang dengan kemampuannya.

Menurut saya, emansipasi mengingatkan kita kembali bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk pria yang artinya sejajar, para wanita ini tidak sama dengan pria melainkan sejajar. Pria mempunyai kelebihan-kelebihan yang wanita tidak punya dan wanita mempunyai kehebatan-kehebatan yang tidak dimiliki pria.

Kebebasan disini maksudnya kebebasan yang berkualitas, bukan kebebasan 100% karena biar bagaimanapun, tetap saja ada hal2 yang memang dari sananya udah diciptakan perbedaan2 prinsipal yang wanita tidak bisa kerjakan, hanya pria yang bisa, sesuai dengan kodrat masing2.

Arti dari emansipasi wanita yang tepat adalah memperjuangkan agar wanita bisa memilih dan menentukan nasib sendiri. Dan untuk tahap selanjutnya pembekalan agar wanita mampu untuk menentukan nasib dan membuat keputusan ini sering disebut dengan pemberdayaan wanita.

Emansipasi wanita bukan berarti wanita memiliki kebebasan tanpa batas dalam setiap tindakan di semua aspek,tapi lebih kepada peran sertanya untuk dapat berjalan seiring dengan kaum adam yang selama ini selalu berjalan didepan.terlepas dari kodrat wanita yang selama ini mungkin harus patuh di bawah pria,wanita juga ingin diakui sebagai manusia yang mempunyai kemampuan berinteraksi dan bekerja di semua bidang. kalo ditanya selama ini apakah emansipasi dijalankan dengan bener tentu saja iya,buktinya saat ini banyak kaum hawa yang terjun dalam berbagai bidang dan punya hasil juga prestasi yang membanggakan.so wanita walaupun keliatannya lemah mereka punya power ,meski kaum pria tetap yang terkuat.
Disini pointnya disaat wanita ingin bergerak maju, sebaiknya pria jangan menganggap itu sebagai ancaman atau persaingan,sebaliknya harus mendukung dan selalu setia bergerak di sampingnya.karena wanita tetap membutuhkan pria yang sebagai pemimpinnya.

Tetapi sesungguhnya emansipasi bukanlah kebebasan tapi
“persamaan/penyetaraan”hak-hak. dalam hidup ini tidak ada yang namanya kebebasan 100%, semua pasti ada batasan-batasan tertentu.

Jadi, emansipasi wanita adalah penyetaraan hak-hak agar sama dengan hak-hak yang dimiliki pria, namun dengan tidak melupakan batasan-batasan yang telah ditentukan sebagai warga negara dan tingkatan atau profesinya dalam masyarakat.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN

WAJIB BELAJAR 9 TAHUN 

Pada umumnya, orang yakin bahwa dengan pendidikan umat manusia dapat memperoleh peningkatan dan kemajuan baik di bidang pegetahuan, kecakapan, maupun sikap dan moral. Suyanto (1993:9), memandang pendidikan sebagai sarana intervensi kehidupan dan agen pembaharu. Sedangkan Dedi Supriadi (1993:7), meyakininya sebagai instrumen untuk memperluas akses dan mobilitas sosial dalam masyarakat, baik vertikal maupun horizontal.

Anggapan dan keyakinan seperti yang dikemukakan di atas akan semakin memantapkan dan memperkokoh arti pendidikan dalam upaya menciptakan peningkatan kualitas peserta didik atau yang lebih dikenal upaya pengembangan sumber daya manusia, terurama dalam era memasuki abad 21 yaitu abad globalisasi.

Memperhatikan peranan dan misi pendidikan bagi umat manusia ini. tidaklah berlebihan apabila pihak yang bertanggung jawab di bidang pendidikan menggantungkan harapannya pada sektor pendidikan dalam rangka mengembangkan dan mengoptimalkan segenap potensi individu supaya dapat berkembang secara maksimal. jadi sudah selayaknya apabila setiap warga negara mendapat kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan menurut kemampuan. (Dedi Supriadi, 1993:8).

Program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun merupakan perwujudan amanat pembukaan UUD 1945 dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. serta pasal 31 UUD 1945 yang menyatakan (1) Tiap-tia warga negara berhak mendapat pengajaran dan (2) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional yang diatur dengan undang-undang.

Peningkatan pendidikan wajib belajar menjadi pendidikan wajib belalar 9 tahun dengan harapan terwujud pemerataan pendidikan dasar (SD dan SLIP) yang bermutu serta lebih menjangkau penduduk daerah terpencil

Posted in Uncategorized | Leave a comment

AGAMA DAN MASYARAKAT

Ukhuwah

Sungguh bahwa allah SWT menempatkan manusia keseluruhan sebagai Bani

Adam dalam kedudukan yang mulia, “Walaqad karramna Bani Adam.”

(Q/17:70). Manusia diciptakan Allah SWT dengan identitas yang

berbeda-beda agar mereka saling mengenal dan saling memberi manfaat

yang satu dengan yang lainnya (Q/49:13). Tiap-tiap umat diberi

aturan dan jalan (yang berbeda), padahal seandainya Tuhan mau,

seluruh manusia bisa disatukan dalam kesatuan umat. Allah SWT

menciptakan perbedaan itu untuk memberikan peluang berkompetisi

secara sehat dalam menggapai kebajikan, “fastabiqul

khairat.”(Q/5:48). Oleh karena itu sebagaimana dikatakan oleh rasul

SAW, agar seluruh manusia itu menjadi saudara antara satu dengan

yang lainnya, “Wakunu ‘ibadallahi ikhwana.”(Hadist Bukhari).

Dalam bahasa arab, ada kalimat “ukhuwah.”(Persaudaraan), ada

kalimat “ikhwah”(saudara seketurunan) dan “ikhwan” (saudara bukan

seketurunan). Dalam quran kata “akhu”(saudara) digunakan untuk

menyebut saudara kandung atau seketurunan(Q/4:23), saudara sebangsa

(Q/7:65) saudara semasyarakat walau berselisih faham(Q/38:23) dan

saudara seiman(Q49:10). Quran bukan hanya menyebut persaudaraan

kemanusiaan (ukhuwah insaniyyah) tetapi bahkan menyebut binatang dan

burung sebagai umat seperti manusia (Q/6:38). Sebagai saudara

semakhluk (ukhuwah makhluqiyah) Istilah “ukhuwah islamiyah.” bukan

bermakna persaudaraan antara orang-orang Islam, tetapi persaudaraan

yang didasarkan pada ajaran Islam atau persaudaraan yang bersifat

islami. Oleh karena itu cakupannya “ukhuwah Islamiyyah”bukan hanya

menyangkut sesama orang Islam namun juga menyangkut dengan non

Muslim bahkan makhluk yang lainnya. Misalnya, seorang pemiliki kuda,

tidak boleh membebani kudanya dengan beban yang melampaui batas

kewajaran. Ajaran ini termasuk ajaran ukhuwwah Islamiyyah. bagaimana

seorang muslim bergaul dengan kuda miliknya.

Dari ayat-ayat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa Quran dan

Hadist sekurang-kurangnya memperkenalkan empat macam ukhuwah yaitu:

1. Khuwah ‘ubudiyyah: Persaudaraan karena sesama makhluk yang tunduk

kepada Allah SWT.

2. Ukhuwah Insaniyyah atau basyariyyah: Persaudaraan karena sama-

sama manusia secara keseluruhan.

3. Ukhuwah wathaniyyah wa an nasab: Persaudaraan karena keterikatan

keturuanan dan kebangsaan.

4. Ukhuwah diniyyah, persaudaraan karena seagama.

Bagaimana ukhuwah berlangsaung, tak lepas dari faktor penunjang.

Faktor penunjang signifikan membentuk persaudaraan  adalah

persamaan. Semakin banyak persamaan, baik persamaan rasa maupun

persamaan cita-cita maka semakin kokoh ukhuwahnya. Ukhuwa biasanya

melahirkan aksi solidaritas. Contohnya diantara kelompok masyarakat

yang sedang berselisih, segera terjalin persaudaraan ketika semuanya

menjadi korban banjir, karena banjir menyatukan perasaan, yakni sama-

sama merasa menderita. Kesamaan perasaan itu kemudian memunculkan

kesadaran untuk saling membantu.

Petunjuk al-Quran Tentang Ukhuwah

1. Tetaplah berkompetisi secara sehat dalam melakukan kebajikan,

meski mereka berbeda agama, ideologi, status: “fastaqul

khairat.”(Q/5:48). Jangan berfikir menjadi manusia dalam

kesaragaman, memaksa orang lain untuk berpendirian seperti kita.

Misalnya, Allah SWT menciptakan kita perbedaan sebagai rahmat, untuk

menguji mereka siapa diantara mereka yang memberikan kontribusi

terbesar dalam kebajikan

2. Memelihara amanah (tanggung jawab) sebagai khalifah Allah dimuka

bumi, dimana manusia dibebani keharusan menegakkan kebenaran dan

keadilan (Q/38:26). Serta memelihara keseimbangan lingkungan alam

(Q/112:4).

3. Kuat pendirian tetapi menghargai pendirian orang lain “lakum

dinukum wliyadin.” (Q/112:4). Tidak perlu bertengkar dengan asumsi

bahwa kebenaran akan terbuka nanti dihadapan Allah SWT(Q/42:15).

4. Meski berbeda ideologi dan pandangan tetapi harus berusaha

mencari titik temu, “kalimatin sawa” tidak bermusuhan seraya

mengakui eksistensi masing-masing(Q/3:64).

5. Tidak mengapa bekerjasa dengan pihak yang berbeda pendirian dalam

hal kemaslahatan umum, atas dasar saling menghargai eksistensi,

berkeadilan, dan tidak saling menimbulkan kerugian.(Q/60:8) Dalam

hal kebutuhan pokok (mengatasi kelaparana, bencana alam, wabah

penyakit). Solidaritas sosial dilaksanakan tanpa memandang agama,

etnis dan identitas lainnya (Q/2:272).

6. Tidak memandang rendah kelompok lain, tidak pula meledek atau

membenci mereka (Q/49:11)

7. Jika ada persilihan diantara kaum beriman, maka islahnya haruslah

merujuk kepada petunjuk al-Quran dan Sunah Nabi SAW. (Q/4:59)

al-Quran menyebut bahwa pada hakekatnya seorang mukin itu bersaudara

seperti saudara sekandung, “innamal mu’minuna ikhwah.” (Q/49/10).

Hadist nabi bahwa memisalkan hubungan antara mukmin itu bagaikan

hubungan anggota badan dalam satu tubuh dimana jika satu anggota

tubuh sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain juga merasa

sakit. Nabi juga mengingatkan bahwa hendaknya diantara sesama

manusia tidak mengembangkan fikiran negatif (buruk sangka), tidak

mencari-cari kesalahan orang lain, tidak saling mendengki, tidak

saling membenci, tidak saling membelakangi tetapi kembangkanlah

persaudaraan (HR Abu Hurairah).

Meskipun demikian persaudaraan dan solidaritasnya harus berpijak

pada kebenaran, bukan mentang-mentang saudara lalu buta terhadap

masalah. al-Quran mengingatkan kepada orang mukin agar tidak tergoda

untyuk melakukan perbuatan melampaui batas ketika orang lain

melakukan hal yang sama kepada mereka. Sesama mukin diperintahkan

bekerjasama dalam hal kebajikan dan taqwa serta dilarang bekerjasama

dalam membela perbuatan dosa dan permusuhan. “Ta’awanu ‘alal birri

wat taqwa wala ta’awanu ‘alal istmi wal ‘udwan.” (Q5:2)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

MASYARAKAT PERKOTAAN DAN PEDESAAN

URBANISASI

 

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.

Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi Urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni: Migrasi Penduduk dan Mobilitas Penduduk, Bedanya Migrasi penduduk lebih bermakna perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota. Sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara atau tidak menetap.

Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya.

Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik. Di bawah ini adalah beberapa atau sebagian contoh yang pada dasarnya dapat menggerakkan seseorang untuk melakukan urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke perkotaan.

A. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi

Kehidupan kota yang lebih modern

Sarana dan prasarana kota lebih lengkap

Banyak lapangan pekerjaan di kota

Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas

B. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi

Lahan pertanian semakin sempit

Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya

Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa

Terbatasnya sarana dan prasarana di desa

Diusir dari desa asal

Memiliki impian kuat menjadi orang kaya

C. Keuntungan Urbanisasi

Memoderenisasikan warga desa

Menambah pengetahuan warga desa

Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah

Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PRASANGKA DAN DISKRIMINASI

Rasisme

Kata “rasisme” pertama kali digunakan secara umum pada 1930-an. Fenomena rasisme sebenarnya sudah muncul jauh sebelumnya. Pengertian rasisme itu sendiri selalu berubah. Tribalisme, xenofobia, keangkuhan dan prasangka serta permusuhan dan perasaan negatif terhadap satu kelompok etnis atau bangsa yang lain — kadang diiringi dengan sikap brutal — sering kali dihubungkan dengan rasisme.

Rasisme tak hanya ada di Afrika di mana apartheid menjadi mars manusia kulit hitam kala itu, atau di Jerman, di mana rasisme menjadi ideologi mematikan sejak der fuhrer menginjeksi masyarakatnya dengan Mein Kampf-nya. Sekarang rasisme punya potensi hadir di mana-mana, termasuk melekat dalam setiap partikel otak manusia. Pengertian rasisme klasik selalu mengandaikan perbedaan yang tajam antara warna kulit: hitam/putih .

Sekarang sudah sering terjadi tindakan rasisme terja di di dalam kehidupan sehari – hari . Saya ambil contoh saja di dalam bidang olah raga , misalnya sepak bola . Di dalam sepak bola cukup sering terjadi tindakan rasisme yang dilakukan oleh supporter sepakbola , pemain , sepak bola , bahkan ada seorang pelatih pun pernah ada yang melakukan tindakan keji tersebut . Biasanya dalam sepak bola , penonton yang lebih sering melakukan tindakan rasisme dengan sasaran pemain dari kubu lawan yang berkulit hitam . Contohnya beberapa tahun yang lalu , di Liga Spanyol , pemain Barcelona Samuel Eto’o yang berkulit hitam mendapat tindakan tak mengenakan dari supporter lawan . Saat Samuel Eto’o menguasai bola , para supporter lawan selalu mengeluarkan suara – suara menyerupai monyet . Menerima tindakan tersebut , Eto’o pun sangat kecewa dan sempat ingin keluar dari lapangan saat pertandingan masih berlangsung . Untung rekan – rekan satu timnya berhasil membujuknya dan memberikan semangat kepada Eto’o untuk terus bermain . Tindakan tersebut sangat mencoreng persepakbolaan yang merupakan salah satu olahraga terpopuler di dunia .

Setelah kejadian tersebut , organisasi persepakbolaan dunia FIFA dan organisasi sepak bola eropa UEFA tidak mau mengambil resiko . Setelah melakukan penyelidikan , FIFA dan UEFA memberikan sanksi keras dengan melarang supporter tersebut menyaksikan langsung tim kesayangannya bertanding di partai kandang . FIFA dan UEFA pantas memberikan sanksi yang keras kepada pelaku rasisme karena dapat melunturkan persatuan dan kesatuan dan persaudaraan karena sepak bola bisa dijadikan media untuk mempererat persatuan dan kesatuan dan persaudaraan . Untuk itu , kita harus memusnahkan tindakan rasisme dari kehidupan kita sehari – hari . RACISTS HAVE NO CHANCE IN OUR NEIGHBORHOOD !!!

Posted in Uncategorized | Leave a comment

WARGA NEGARA DAN NEGARA

NASIONALISME DAN PATRIOTISME

Pengertian Nasionalisme :
Secara etimologi : Nasionalisme berasal dari kata “nasional” dan “isme” yaitu paham kebangsaan yang mengandung makna : kesadaran dan semangat cinta tanah air; memiliki kebanggaan sebagai bangsa, atau memelihara kehormatan bangsa; memiliki rasa solidaritas terhadap musibah dan kekurangberuntungan saudara setanah air, sebangsa dan senegara; persatuan dan kesatuan
Menurut Ensiklopedi Indonesia : Nasionalisme adalah sikap politik dan sosial dari sekelompok bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, bahasa dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan dengan meletakkan kesetiaan yang mendalam terhadap kelompok bangsanya.
Nasionalisme dapat juga diartikan sebagai paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan negara (nation) dengan mewujudkan suatu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
Bertolak dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa nasionalisme adalah paham yang meletakkan kesetiaan tertinggi individu yang harus diberikankepada negara dan bangsanya, dengan maksud bahwa individu sebagai warga negara memiliki suatu sikap atau perbuatan untuk mencurahkan segala tenaga dan pikirannya demi kemajuan, kehormatan dan tegaknya kedaulatan negara dan bangsa.

Ada 2 (dua) macam nasionalisme :
1. Nasionalisme dalam arti sempit : paham kebangsaan yang berlebihan dengan memandang bangsa sendiri lebih tinggi (unggul) dari bangsa lain. Paham ini sering disebut dengan istilah “Chauvinisme”. Chauvinisme pernah dianut di Italia (masa Bennito Mussolini); Jepang (masa Tenno Haika) dan Jerman (masa Adolf Hitler).
2. Nasionalisme dalam arti luas : paham kebangsaan yang meletakkan kesetiaan tertinggi individu terhadap bangsa dan tanah airnnya dengan memandang bangsanya itu merupakan bagian dari bangsa lain di dunia. Nasionalisme arti luas mengandung prinsip-prinsip : kebersamaan; persatuan dan kesatuan; dan demokrasi (demokratis).
Ada beberapa bentuk nasionalisme :
Nasionalisme kewarganegaraan (nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan (partisipasi) aktif rakyatnya
Nasionalisme etnis adalah sejenis nasionalisme di mana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat.
Nasionalisme romantik (juga disebut nasionalisme organik, nasionalisme identitas) adalah nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik sebagai suatu yang alamiah yang merupakan ekspresi dari sebuah bangsa atau ras.
Nasionalisme Budaya adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan tidak bersifat turun temurun seperti warna kulit, ras ataupun bahasa.
Nasionalisme kenegaraan ialah variasi nasionalisme kewarganegaraan, selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis. Perasaan nasionalistik adalah kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak universal dan kebebasan. Kejayaan suatu negeri itu selalu kontras dan berkonflik dengan prinsip masyarakat demokrasi. Penyelenggaraan sebuah ‘national state’ adalah suatu argumen yang ulung, seolah-olah membentuk kerajaan yang lebih baik dengan tersendiri. Contoh biasa ialah Nazisme, Facisme, serta nasionalisme Turki kontemporer, dan sebagainya.
Nasionalisme agama ialah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama. Misalnya, di Irlandia semangat nasionalisme bersumber dari persamaan agama mereka yaitu Katolik; nasionalisme di India seperti yang diamalkan oleh pengikut partai BJP bersumber dari agama Hindu.
Pengertian Patriotisme :
Patriotisme berasal dari kata :
“Patriot” dan “isme” (bahasa Indonesia)’ yang berarti sifat kepahlawanan atau jiwa kepahlawanan.
“Patriotism” (bahasa Inggris), yang berarti sikap gagah berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara.
Patriotisme adalah sikap yang bersumber dari perasaan cinta tanah air (semangat kebangsaan atau nasionalisme), sehingga menimbulkan kerelaan berkorban untuk bangsa dan negaranya.

Ada 2 (dua) bentuk Patriotisme :
1. Patriotisme Buta (Blind Patriotism) : keterikatan kepada bangsa dan negara tanpa mengenal toleran terhadap kritik, seperti dalam ungkapan : “right or wrong is my country” (benar atau salah, apapun yang dilakukan bangsa harus didukung sepenuhnya).
2. Patriotisme Konstruktif (Constructive Patriotisme) : keterikatan kepada bangsa dan negara dengan tetap menjunjung tinggi toleran terhadap kritik, sehingga dapat membawa perubahan positif bagi kesejahteraan bersama.
Perwujudan sikap patriotisme dapat dilaksanakan pada :
Masa Darurat (Perang) : Sikap patriotism pada masa darurat (perang) dapat diwujudkan dengan cara : mengangkat senjata, ikut berperang secara fisik melawan penjajah, menjadi petugas dapur umum, petugas logistik, menolong yang terluka, dsb.
Masa Damai (Pasca kemerdekaan) : Sikap patriotism pada masa damai dapat diwujudkan dengan cara : menegakkan hokum dan kebenaran, memajukan pendidikan, memberantas kebodohan dan kemiskinan, meningkatkan kemampuan diri secara optimal, memelihara persaudaraan dan persatuan, dsb.
Semangat kebangsaan (Nasionalisme dan Patriotisme) dapat diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat sekitar dengan cara melalui :
Keteladanan;
Pewarisan;
Ketokohan.

sumber : http://www.dieksjetkid.co.cc/2010/10/nasionalisme-dan-patriotisme.html

Posted in Uncategorized | Leave a comment